-
L3.07 โ€” Follow Up Customer | AJWA Reseller Academy
๐ŸŽ“ LEVEL 3 โ€ข MATERI 7

FOLLOW UP CUSTOMER

Follow up bukan mengejar customer.

Follow up adalah mengingatkan dan membantu customer melanjutkan percakapan.

Tidak semua customer langsung membeli setelah mendapatkan penjelasan.

Ada yang belum sempat membalas, masih mempertimbangkan, sedang membandingkan, belum membutuhkan sekarang, masih ragu, atau tertarik tetapi belum siap order.

Karena itu, percakapan yang berhenti belum tentu berarti gagal.

๐Ÿง 
Ingat Konteks Percakapan sebelumnya
๐Ÿ’ฌ
Tanya Kabar Jangan langsung menjual
๐Ÿค
Bantu Jika customer membutuhkan
INTI FOLLOW UP

โ€œFollow up bukan mengejar. Follow up adalah membantu.โ€

Tujuannya bukan sekadar bertanya โ€œJadi beli nggak kak?โ€

Tetapi mengingatkan, memberikan informasi yang relevan, dan mengarahkan jika customer sudah siap.

๐ŸŽฏ Apa Itu Follow Up?

Follow up adalah menghubungi kembali customer setelah percakapan sebelumnya untuk mengetahui apakah mereka masih membutuhkan bantuan atau ingin melanjutkan proses.

โŒ Bukan sekadar:

โ€œJadi beli nggak kak?โ€

โœ… Tetapi:

Mengingatkan โ†’ Membantu โ†’ Memberikan informasi โ†’ Mengarahkan jika customer siap.

๐Ÿง  Kapan Perlu Follow Up?

Tidak ada satu waktu yang selalu cocok untuk semua customer.

Sesuaikan dengan kondisi percakapan.

1

Customer Belum Membalas

Misalnya sebelumnya kamu sudah memberikan informasi produk.

Jangan langsung mengirim:
โ€œKak?โ€
โ€œKak masih mau?โ€
โ€œJadi nggak?โ€

Berikan waktu terlebih dahulu.

Kemudian kamu bisa mengirim:

โ€œHalo kak ๐Ÿ˜Š Saya follow up terkait produk yang kemarin ya. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, boleh saya bantu.โ€
2

Customer Bilang โ€œPikir-Pikir Duluโ€

Hormati keputusan customer.

Contoh:

โ€œSiap kak ๐Ÿ˜Š Silakan dipertimbangkan dulu. Kalau nanti ada yang mau ditanyakan, saya siap bantu ya.โ€

Kemudian follow up di waktu yang wajar jika memang masih relevan dengan percakapannya.
3

Customer Sudah Menunjukkan Minat

Misalnya customer mengatakan:

โ€œAku suka yang ini kak.โ€

Tetapi belum melanjutkan order.

Kamu bisa mengatakan:

โ€œHalo kak ๐Ÿ˜Š Kemarin kakak sempat tertarik dengan produk yang ini. Kalau masih mau dipertimbangkan atau ada yang ingin ditanyakan, saya bantu ya.โ€

๐Ÿ’ฌ Follow Up Harus Punya Alasan

Jangan follow up hanya karena ingin mendapatkan transaksi.

Follow up yang lebih baik memiliki konteks.

Contoh 1

โ€œKak, kemarin sempat tanya ukuran L. Saya mau bantu cek lagi, apakah kakak masih mencari ukuran tersebut?โ€

Contoh 2

โ€œKak, kemarin sempat mempertimbangkan warna hitam. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, boleh saya bantu ya ๐Ÿ˜Šโ€

Customer akan merasa kamu mengingat percakapannya, bukan sekadar mengirim pesan massal.

๐Ÿ”„ Pola Follow Up Sederhana

Gunakan pola:

INGAT KONTEKS
โ†“
TANYAKAN KABAR
โ†“
BANTU
โ†“
ARAHKAN
Contoh:

โ€œHalo kak ๐Ÿ˜Š Kemarin kakak sempat cari produk untuk acara keluarga. Apakah masih sedang mencari produknya?

Kalau masih, saya bantu pilihkan yang sesuai ya.โ€

Jika customer merespons, lanjutkan percakapan.

Jika customer belum merespons, jangan terus-menerus mengirim pesan.

๐Ÿ—ฃ๏ธ Contoh Follow Up

1

Customer Belum Membalas

โ€œHalo kak ๐Ÿ˜Š Saya follow up chat sebelumnya ya. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan mengenai produknya, boleh saya bantu.โ€

2

Customer Masih Mempertimbangkan

โ€œHalo kak, bagaimana, apakah masih mempertimbangkan produk yang kemarin? Kalau ada yang masih bikin ragu, boleh ditanyakan ya kak.โ€

3

Customer Tertarik Tetapi Belum Order

โ€œHalo kak ๐Ÿ˜Š Kemarin kakak sempat tanya mengenai produk tersebut. Kalau masih berminat, saya bisa bantu cek kembali detail yang kakak butuhkan ya.โ€

4

Customer Sudah Siap Order

Kalau customer menjawab:

โ€œIya kak, saya jadi mau.โ€

Jangan kembali menjual.

Langsung arahkan ke proses:

โ€œSiap kak ๐Ÿ˜Š Saya bantu proses ya. Boleh kirim detail produk, ukuran/varian, jumlah, dan data pengirimannya.โ€

Kemudian ikuti SOP order AJWA.

โš ๏ธ Jangan Spam Customer

Follow up bukan berarti mengirim pesan berkali-kali.

โŒ
โ€œKak?โ€
โŒ
โ€œKak masih mau?โ€
โŒ
โ€œJadi order nggak?โ€
โŒ
โ€œKak?โ€
โ€œKak di mana?โ€
โ€œJadi nggak kak?โ€
Pesan seperti ini bisa membuat customer merasa dikejar.

Jika belum ada respons, berikan ruang.

๐Ÿšซ Jangan Membuat Urgensi Palsu

โŒ
โ€œKak, kalau sekarang nggak order pasti habis.โ€
โŒ
โ€œHarga naik malam ini.โ€
โŒ
โ€œStok tinggal satu.โ€
Kecuali memang ada informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan menggunakan rasa takut customer untuk memaksakan penjualan.

๐Ÿ“Š Evaluasi Follow Up

Jangan hanya melihat:

โ€œBerapa orang yang akhirnya membeli?โ€

Perhatikan juga prosesnya.

โœ“
Berapa customer yang dihubungi?
โœ“
Berapa yang membalas?
โœ“
Berapa yang kembali bertanya?
โœ“
Berapa yang lanjut order?
โœ“
Keberatan apa yang paling sering muncul?
โœ“
Produk apa yang paling banyak ditanyakan?
Data sederhana ini bisa membantu kamu memahami customer dan cara berjualanmu.
๐Ÿง 

Tidak Semua Customer Harus Dikejar

Ada customer yang:
Belum siap sekarang โ†’ mungkin siap nanti.

Ada yang:
Tidak cocok โ†’ jangan dipaksa.

Ada yang:
Masih ragu โ†’ bantu jawab.

Ada yang:
Sudah siap โ†’ arahkan ke order.

Kemampuan reseller bukan hanya mendapatkan customer.

Tetapi juga menjaga hubungan dengan customer.

๐Ÿ’ก Rumus Follow Up

Ingat:

KONTEKS
โ†“
BANTU
โ†“
ARAHKAN
Bukan:

KEJAR โ†’ TEKAN โ†’ PAKSA

Follow up yang baik membuat customer merasa:

โ€œReseller ini masih mau membantu saya.โ€

Bukan:
โ€œReseller ini terus mengejar saya.โ€

๐ŸŽฏ Praktik

Coba jawab situasi berikut.

Situasi 1

Kemarin customer bertanya tentang sebuah produk, kemudian tidak membalas.

Buat satu pesan follow up:

______________________________

______________________________
Situasi 2

Customer mengatakan:
โ€œSaya pikir-pikir dulu ya kak.โ€

Bagaimana respons awalmu?

______________________________

______________________________
Situasi 3

Customer sudah mengatakan:
โ€œIya kak, saya jadi mau order.โ€

Apa langkah berikutnya?

______________________________

______________________________
Situasi 4

Customer sudah beberapa kali tidak merespons follow up.

Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

______________________________

______________________________

๐Ÿ“ Checkpoint Level 3

Sebelum menyelesaikan Level 3, pastikan kamu sudah bisa:

๐Ÿ†

LEVEL 3 SELESAI

Sekarang kamu sudah mempelajari alur komunikasi customer dari awal sampai setelah penawaran:

CUSTOMER DATANG
โ†“
RESPONS
โ†“
GALI KEBUTUHAN
โ†“
JELASKAN PRODUK
โ†“
JAWAB KERAGUAN
โ†“
BANGUN KEPERCAYAAN
โ†“
CLOSING
โ†“
FOLLOW UP

Prinsip utama Level 3:

DENGARKAN โ†’ PAHAMI โ†’ BANTU โ†’ ARAHKAN

Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat customer membeli.

Jadilah reseller yang membuat customer merasa dibantu, mendapatkan informasi yang benar, dan nyaman untuk kembali.

โžก๏ธ SELANJUTNYA: LEVEL 4

LEVEL 4 โ€” SALES & GROWTH

Setelah Level 1 membangun dasar reseller, Level 2 membangun content & customer, dan Level 3 membangun chat & closing,

tahap berikutnya mulai masuk ke pengelolaan aktivitas reseller dan peningkatan hasil.

Fokusnya bukan lagi hanya:
โ€œBagaimana mendapatkan customer?โ€

Tetapi:
โ€œBagaimana mendapatkan lebih banyak penjualan, mengukur hasil, dan memperbaiki cara jualan?โ€

LEVEL 4 โ€” COMING SOON โ†’

Fashion Muslim & Daily Lifestyle

-
@2026 Ajwa Moslem Outfit Inc.