FOLLOW UP CUSTOMER
Follow up bukan mengejar customer.
Follow up adalah mengingatkan dan membantu
customer melanjutkan percakapan.
Tidak semua customer langsung membeli
setelah mendapatkan penjelasan.
Ada yang belum sempat membalas,
masih mempertimbangkan, sedang membandingkan,
belum membutuhkan sekarang, masih ragu,
atau tertarik tetapi belum siap order.
Karena itu, percakapan yang berhenti
belum tentu berarti gagal.
๐ฏ Apa Itu Follow Up?
Follow up adalah menghubungi kembali customer setelah percakapan sebelumnya untuk mengetahui apakah mereka masih membutuhkan bantuan atau ingin melanjutkan proses.
โ Bukan sekadar:
โJadi beli nggak kak?โ
โ Tetapi:
Mengingatkan โ Membantu โ Memberikan informasi โ Mengarahkan jika customer siap.
๐ง Kapan Perlu Follow Up?
Tidak ada satu waktu yang selalu cocok
untuk semua customer.
Sesuaikan dengan kondisi percakapan.
Customer Belum Membalas
Misalnya sebelumnya kamu sudah memberikan
informasi produk.
Jangan langsung mengirim:
โKak?โ
โKak masih mau?โ
โJadi nggak?โ
Kemudian kamu bisa mengirim:
โHalo kak ๐ Saya follow up terkait produk yang kemarin ya. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, boleh saya bantu.โ
Customer Bilang โPikir-Pikir Duluโ
Hormati keputusan customer.
Contoh:
โSiap kak ๐ Silakan dipertimbangkan
dulu. Kalau nanti ada yang mau
ditanyakan, saya siap bantu ya.โ
Customer Sudah Menunjukkan Minat
Misalnya customer mengatakan:
โAku suka yang ini kak.โ
Tetapi belum melanjutkan order.
โHalo kak ๐ Kemarin kakak sempat tertarik dengan produk yang ini. Kalau masih mau dipertimbangkan atau ada yang ingin ditanyakan, saya bantu ya.โ
๐ฌ Follow Up Harus Punya Alasan
Jangan follow up hanya karena ingin
mendapatkan transaksi.
Follow up yang lebih baik memiliki konteks.
Contoh 1
โKak, kemarin sempat tanya ukuran L. Saya mau bantu cek lagi, apakah kakak masih mencari ukuran tersebut?โ
Contoh 2
โKak, kemarin sempat mempertimbangkan warna hitam. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, boleh saya bantu ya ๐โ
๐ Pola Follow Up Sederhana
Gunakan pola:
โ
TANYAKAN KABAR
โ
BANTU
โ
ARAHKAN
โHalo kak ๐ Kemarin kakak sempat cari produk untuk acara keluarga. Apakah masih sedang mencari produknya?
Kalau masih, saya bantu pilihkan yang sesuai ya.โ
Jika customer merespons, lanjutkan percakapan.
Jika customer belum merespons, jangan terus-menerus mengirim pesan.
๐ฃ๏ธ Contoh Follow Up
Customer Belum Membalas
โHalo kak ๐ Saya follow up chat sebelumnya ya. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan mengenai produknya, boleh saya bantu.โ
Customer Masih Mempertimbangkan
โHalo kak, bagaimana, apakah masih mempertimbangkan produk yang kemarin? Kalau ada yang masih bikin ragu, boleh ditanyakan ya kak.โ
Customer Tertarik Tetapi Belum Order
โHalo kak ๐ Kemarin kakak sempat tanya mengenai produk tersebut. Kalau masih berminat, saya bisa bantu cek kembali detail yang kakak butuhkan ya.โ
Customer Sudah Siap Order
Kalau customer menjawab:
โIya kak, saya jadi mau.โ
Jangan kembali menjual.
Langsung arahkan ke proses:
โSiap kak ๐ Saya bantu proses ya.
Boleh kirim detail produk,
ukuran/varian, jumlah,
dan data pengirimannya.โ
Kemudian ikuti SOP order AJWA.
โ ๏ธ Jangan Spam Customer
Follow up bukan berarti mengirim pesan berkali-kali.
โKak di mana?โ
โJadi nggak kak?โ
Jika belum ada respons, berikan ruang.
๐ซ Jangan Membuat Urgensi Palsu
Jangan menggunakan rasa takut customer untuk memaksakan penjualan.
๐ Evaluasi Follow Up
Jangan hanya melihat:
โBerapa orang yang akhirnya membeli?โ
Perhatikan juga prosesnya.
Tidak Semua Customer Harus Dikejar
Ada customer yang:
Belum siap sekarang
โ mungkin siap nanti.
Ada yang:
Tidak cocok
โ jangan dipaksa.
Ada yang:
Masih ragu
โ bantu jawab.
Ada yang:
Sudah siap
โ arahkan ke order.
Kemampuan reseller bukan hanya
mendapatkan customer.
Tetapi juga menjaga hubungan
dengan customer.
๐ก Rumus Follow Up
Ingat:
โ
BANTU
โ
ARAHKAN
KEJAR โ TEKAN โ PAKSA
Follow up yang baik membuat customer merasa:
โReseller ini masih mau membantu saya.โ
Bukan:
โReseller ini terus mengejar saya.โ
๐ฏ Praktik
Coba jawab situasi berikut.
Kemarin customer bertanya tentang sebuah produk, kemudian tidak membalas.
Buat satu pesan follow up:
______________________________
______________________________
Customer mengatakan:
โSaya pikir-pikir dulu ya kak.โ
Bagaimana respons awalmu?
______________________________
______________________________
Customer sudah mengatakan:
โIya kak, saya jadi mau order.โ
Apa langkah berikutnya?
______________________________
______________________________
Customer sudah beberapa kali tidak merespons follow up.
Apa yang sebaiknya kamu lakukan?
______________________________
______________________________
๐ Checkpoint Level 3
Sebelum menyelesaikan Level 3, pastikan kamu sudah bisa:
LEVEL 3 SELESAI
Sekarang kamu sudah mempelajari
alur komunikasi customer
dari awal sampai setelah penawaran:
CUSTOMER DATANG
โ
RESPONS
โ
GALI KEBUTUHAN
โ
JELASKAN PRODUK
โ
JAWAB KERAGUAN
โ
BANGUN KEPERCAYAAN
โ
CLOSING
โ
FOLLOW UP
Prinsip utama Level 3:
DENGARKAN โ PAHAMI โ BANTU โ ARAHKAN
Tujuan akhirnya bukan sekadar
membuat customer membeli.
Jadilah reseller yang membuat customer
merasa dibantu, mendapatkan informasi
yang benar, dan nyaman untuk kembali.
LEVEL 4 โ SALES & GROWTH
Setelah Level 1 membangun dasar reseller,
Level 2 membangun content & customer,
dan Level 3 membangun chat & closing,
tahap berikutnya mulai masuk ke
pengelolaan aktivitas reseller
dan peningkatan hasil.
Fokusnya bukan lagi hanya:
โBagaimana mendapatkan customer?โ
Tetapi:
โBagaimana mendapatkan lebih banyak
penjualan, mengukur hasil,
dan memperbaiki cara jualan?โ

