Memilih Target Customer
Tidak semua orang adalah calon customer yang tepat. Semakin jelas siapa yang ingin kamu jual, semakin mudah menentukan produk, konten, dan cara menawarkannya.
Jangan Jual ke Semua Orang
Kesalahan yang sering dilakukan reseller adalah berpikir: “Yang penting produknya ditawarkan ke sebanyak mungkin orang.”
Masalahnya, tidak semua orang membutuhkan produk yang sama. Orang yang tidak membutuhkan produkmu kemungkinan besar akan mengabaikan penawaranmu, meskipun produk tersebut sebenarnya bagus.
Apa Itu Target Customer?
Target customer adalah kelompok orang yang paling mungkin membutuhkan, tertarik, dan membeli produk tertentu.
Target bukan berarti kamu hanya boleh menjual kepada kelompok tersebut. Target berfungsi sebagai arah utama ketika kamu membuat konten dan menawarkan produk.
Kalau kamu menjual gamis untuk aktivitas sehari-hari, kamu bisa mulai memikirkan perempuan yang membutuhkan pakaian muslim yang nyaman, praktis, dan tetap terlihat rapi.
Lihat dari 4 Hal Sederhana
Kamu tidak perlu membuat target customer yang terlalu rumit. Mulai dari empat hal berikut.
Siapa?
Tentukan orang seperti apa yang ingin kamu jangkau. Misalnya perempuan, ibu, mahasiswa, pekerja, atau kelompok tertentu lainnya.
Membutuhkan apa?
Pikirkan kebutuhan atau masalah yang mungkin ingin mereka selesaikan melalui produkmu.
Suka seperti apa?
Perhatikan gaya, warna, model, harga, bahan, atau karakter produk yang kemungkinan mereka sukai.
Ada di mana?
Cari tahu platform atau tempat mereka biasa melihat informasi, berinteraksi, dan mencari produk.
Jangan Berhenti di “Perempuan”
Target yang terlalu luas membuat kamu sulit menentukan apa yang harus diposting dan bagaimana cara berbicara kepada mereka.
Masih terlalu luas. Kebutuhan perempuan sangat beragam.
Target seperti ini sudah memberikan gambaran lebih jelas tentang produk dan jenis konten yang bisa ditawarkan.
Semakin kamu memahami target, semakin mudah membuat penawaran yang terasa relevan.
Kenali Alasan Mereka Membeli
Orang membeli bukan hanya karena sebuah produk tersedia. Biasanya ada kebutuhan, keinginan, masalah, atau situasi yang membuat mereka tertarik.
Setelah Tahu Target, Cari Mereka di Tempat yang Tepat
Target customer bukan hanya tentang siapa mereka. Kamu juga perlu memikirkan di mana mereka berada.
Pilih channel yang paling masuk akal untuk target customer dan kemampuanmu. Lebih baik aktif di satu atau dua tempat daripada hadir di banyak tempat tetapi tidak konsisten.
Hindari Kesalahan Ini
Akibatnya pesan jualan menjadi terlalu umum dan sulit terasa relevan bagi calon customer.
Umur saja belum cukup. Kebutuhan, gaya hidup, pekerjaan, kemampuan membeli, dan kebiasaan juga dapat memengaruhi keputusan pembelian.
Target yang berhasil untuk orang lain belum tentu cocok dengan produk, kemampuan, atau channel yang kamu miliki.
Mengetahui “siapa” saja belum cukup. Kamu juga perlu memahami “kenapa mereka membutuhkan produk tersebut”.
Berikan waktu untuk mencoba dan mengevaluasi sebelum menyimpulkan bahwa target tersebut tidak cocok.
Praktik Sekarang
Ambil satu produk AJWA yang ingin kamu jual. Lalu jawab pertanyaan berikut.
- Siapa yang paling mungkin membutuhkan produk ini?
- Kebutuhan atau masalah apa yang bisa dibantu oleh produk ini?
- Model, warna, atau karakter seperti apa yang mungkin mereka sukai?
- Di mana mereka biasanya melihat konten atau mencari produk?
- Tulis satu kalimat sederhana tentang target customer-mu.
Sudah Paham?
Pastikan kamu sudah memahami dasar menentukan target customer.
Kamu sudah tahu bahwa mendapatkan customer dimulai dari menentukan siapa yang ingin kamu jangkau.

