-
L2.01 — Memilih Target Customer | AJWA Reseller Academy
← Kembali ke Level 2
L2 • Get Customer
L2.01 • Get Customer

Memilih Target Customer

Tidak semua orang adalah calon customer yang tepat. Semakin jelas siapa yang ingin kamu jual, semakin mudah menentukan produk, konten, dan cara menawarkannya.

01
Kenali calon customer
02
Pahami kebutuhannya
03
Tentukan tempat mencarinya

Jangan Jual ke Semua Orang

Kesalahan yang sering dilakukan reseller adalah berpikir: “Yang penting produknya ditawarkan ke sebanyak mungkin orang.”

Masalahnya, tidak semua orang membutuhkan produk yang sama. Orang yang tidak membutuhkan produkmu kemungkinan besar akan mengabaikan penawaranmu, meskipun produk tersebut sebenarnya bagus.

Target customer membuat jualan menjadi lebih terarah.

Kamu tidak perlu mencari semua orang. Kamu perlu menemukan orang yang kemungkinan membutuhkan produk yang kamu tawarkan.

Apa Itu Target Customer?

Target customer adalah kelompok orang yang paling mungkin membutuhkan, tertarik, dan membeli produk tertentu.

Target bukan berarti kamu hanya boleh menjual kepada kelompok tersebut. Target berfungsi sebagai arah utama ketika kamu membuat konten dan menawarkan produk.

Contoh sederhana:

Kalau kamu menjual gamis untuk aktivitas sehari-hari, kamu bisa mulai memikirkan perempuan yang membutuhkan pakaian muslim yang nyaman, praktis, dan tetap terlihat rapi.

Lihat dari 4 Hal Sederhana

Kamu tidak perlu membuat target customer yang terlalu rumit. Mulai dari empat hal berikut.

1

Siapa?

Tentukan orang seperti apa yang ingin kamu jangkau. Misalnya perempuan, ibu, mahasiswa, pekerja, atau kelompok tertentu lainnya.

2

Membutuhkan apa?

Pikirkan kebutuhan atau masalah yang mungkin ingin mereka selesaikan melalui produkmu.

3

Suka seperti apa?

Perhatikan gaya, warna, model, harga, bahan, atau karakter produk yang kemungkinan mereka sukai.

4

Ada di mana?

Cari tahu platform atau tempat mereka biasa melihat informasi, berinteraksi, dan mencari produk.

Jangan Berhenti di “Perempuan”

Target yang terlalu luas membuat kamu sulit menentukan apa yang harus diposting dan bagaimana cara berbicara kepada mereka.

Terlalu Umum
“Target saya perempuan.”

Masih terlalu luas. Kebutuhan perempuan sangat beragam.

Lebih Terarah
“Perempuan yang membutuhkan outfit muslim yang nyaman untuk aktivitas sehari-hari.”

Target seperti ini sudah memberikan gambaran lebih jelas tentang produk dan jenis konten yang bisa ditawarkan.

Lebih Spesifik Lagi
“Perempuan usia produktif yang aktif bekerja atau beraktivitas dan mencari outfit muslim yang praktis, nyaman, dan tetap rapi.”

Semakin kamu memahami target, semakin mudah membuat penawaran yang terasa relevan.

Kenali Alasan Mereka Membeli

Orang membeli bukan hanya karena sebuah produk tersedia. Biasanya ada kebutuhan, keinginan, masalah, atau situasi yang membuat mereka tertarik.

Butuh “Saya butuh pakaian yang bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari.”
Ingin “Saya ingin punya outfit yang terlihat lebih rapi.”
Masalah “Saya sering bingung memilih outfit yang nyaman tetapi tetap sopan.”
Situasi “Saya sedang mencari pakaian untuk bekerja, kuliah, acara keluarga, atau aktivitas tertentu.”

Setelah Tahu Target, Cari Mereka di Tempat yang Tepat

Target customer bukan hanya tentang siapa mereka. Kamu juga perlu memikirkan di mana mereka berada.

WhatsApp dan Status WhatsApp
Instagram
Facebook dan komunitas
TikTok
Marketplace atau channel jualan lainnya
Tidak harus semuanya.

Pilih channel yang paling masuk akal untuk target customer dan kemampuanmu. Lebih baik aktif di satu atau dua tempat daripada hadir di banyak tempat tetapi tidak konsisten.

Hindari Kesalahan Ini

1. Menargetkan semua orang

Akibatnya pesan jualan menjadi terlalu umum dan sulit terasa relevan bagi calon customer.

2. Hanya melihat umur

Umur saja belum cukup. Kebutuhan, gaya hidup, pekerjaan, kemampuan membeli, dan kebiasaan juga dapat memengaruhi keputusan pembelian.

3. Meniru target reseller lain

Target yang berhasil untuk orang lain belum tentu cocok dengan produk, kemampuan, atau channel yang kamu miliki.

4. Tidak memahami kebutuhan

Mengetahui “siapa” saja belum cukup. Kamu juga perlu memahami “kenapa mereka membutuhkan produk tersebut”.

5. Mengganti target setiap hari

Berikan waktu untuk mencoba dan mengevaluasi sebelum menyimpulkan bahwa target tersebut tidak cocok.

“Jangan bertanya, ‘Bagaimana caranya menjual produk ini kepada semua orang?’ Tanyakan, ‘Siapa yang paling membutuhkan produk ini?’”
PRINCIPLE • AJWA RESELLER ACADEMY

Praktik Sekarang

Ambil satu produk AJWA yang ingin kamu jual. Lalu jawab pertanyaan berikut.

  1. Siapa yang paling mungkin membutuhkan produk ini?
  2. Kebutuhan atau masalah apa yang bisa dibantu oleh produk ini?
  3. Model, warna, atau karakter seperti apa yang mungkin mereka sukai?
  4. Di mana mereka biasanya melihat konten atau mencari produk?
  5. Tulis satu kalimat sederhana tentang target customer-mu.

Sudah Paham?

Pastikan kamu sudah memahami dasar menentukan target customer.

Bagus. Sekarang kamu sudah memiliki target yang lebih jelas untuk mulai mencari customer.
✓ L2.01 Selesai

Kamu sudah tahu bahwa mendapatkan customer dimulai dari menentukan siapa yang ingin kamu jangkau.

Materi Berikutnya
L2.02 — Persiapan Sebelum Menawarkan Produk →

Setelah tahu siapa yang ingin kamu jangkau, sekarang siapkan produk, informasi, dan media jualan sebelum mulai menawarkan.

Lanjut ke L2.02
AJWA Reseller Academy • Belajar. Praktik. Jualan.
-
@2026 Ajwa Moslem Outfit Inc.