MENENTUKAN TARGET CUSTOMER
Jangan menawarkan produk kepada semua orang.
Setelah memilih produk,
kamu perlu tahu siapa yang paling mungkin
membutuhkan atau tertarik dengan produk tersebut.
Semakin jelas target customer,
semakin mudah kamu menentukan
apa yang harus ditawarkan,
bagaimana cara menyampaikannya,
dan di mana mencarinya.
π― Apa Itu Target Customer?
Target customer adalah orang yang paling mungkin membutuhkan atau tertarik dengan produk yang kamu jual.
Contohnya:
Kamu menjual produk fashion muslim.
Jangan hanya berpikir:
Lebih baik tentukan:
Dengan begitu, kamu bisa membuat penawaran yang lebih tepat.
π Jangan Hanya Melihat Produk
Saat menentukan target customer, lihat tiga hal utama.
Siapa Orangnya?
Perhatikan karakter calon customer yang mungkin cocok dengan produk.
β’ Usia
β’ Jenis kelamin
β’ Pekerjaan
β’ Aktivitas
β’ Gaya hidup
β’ Kondisi atau kebutuhan tertentu
Tidak semua karakter harus digunakan.
Pilih informasi yang memang relevan dengan produk.
Apa Kebutuhannya?
Ini lebih penting daripada sekadar
mengetahui siapa orangnya.
Tanyakan:
βMasalah atau kebutuhan apa
yang bisa dibantu oleh produk ini?β
β’ Pakaian untuk aktivitas sehari-hari
β’ Pakaian untuk acara tertentu
β’ Produk yang praktis digunakan
β’ Produk yang sesuai dengan gaya tertentu
β’ Produk dengan harga yang sesuai kemampuannya
Produk lebih mudah ditawarkan ketika kamu memahami kebutuhannya.
Di Mana Bisa Menemukannya?
Setelah tahu siapa targetnya,
pikirkan:
βDi mana saya bisa menemukan
orang seperti ini?β
β’ WhatsApp
β’ Instagram
β’ Facebook
β’ TikTok
β’ Marketplace
β’ Komunitas
β’ Lingkungan kerja
β’ Teman dan keluarga
β’ Lingkungan sekitar
Tidak harus menggunakan semua tempat.
Pilih tempat yang paling mungkin terdapat target customer kamu.
π§ Gunakan Rumus Sederhana
Untuk menentukan target customer, gunakan urutan berpikir berikut.
Fashion muslim untuk aktivitas sehari-hari.
Orang yang membutuhkan pakaian muslim untuk aktivitas sehari-hari.
Pakaian yang sesuai kebutuhan dan gaya mereka.
WhatsApp, media sosial, lingkungan sekitar, atau komunitas yang relevan.
π‘ Target Customer Tidak Harus Sempit
Menentukan target customer bukan berarti kamu harus menentukan karakter yang sangat detail.
Kamu tidak harus menentukan:
Kalau datanya memang belum kamu miliki, jangan mengarang.
Mulailah dari informasi yang memang kamu ketahui.
βSaya ingin menawarkan produk ini kepada perempuan yang membutuhkan fashion muslim untuk aktivitas sehari-hari.β
Itu sudah jauh lebih jelas daripada:
βSaya jual ke semua orang.β
π Kenali Customer dari Produk
Produk yang berbeda bisa memiliki target customer yang berbeda.
Produk A
Fashion muslim untuk aktivitas sehari-hari.
Produk B
Fashion untuk acara tertentu.
Produk C
Aksesori.
Sesuaikan target dengan produk dan kondisi yang kamu hadapi.
π¬ Dengarkan Customer
Target customer bukan hanya sesuatu
yang kamu tentukan di awal.
Kamu juga bisa belajar dari
respons customer.
π Perhatikan
Informasi tersebut bisa membantu kamu memperbaiki target dan cara menawarkan produk.
β οΈ Jangan Lakukan Ini
Kalau semua orang dianggap target, kamu akan kesulitan menentukan cara menawarkan. Mulai dengan target yang lebih jelas.
Jangan langsung menganggap:
βPasti semua perempuan suka produk ini.β
Belum tentu. Perhatikan kebutuhan dan respons nyata customer.
Target reseller lain belum tentu sama dengan target kamu. Sesuaikan dengan produk dan kondisi kamu.
Jangan hanya fokus pada:
βSaya mau jual produk ini.β
Pikirkan juga:
βCustomer membutuhkan apa?β
Tidak ada respons bukan berarti kamu harus langsung mengganti semuanya.
Coba β lihat respons β evaluasi β perbaiki.
Prinsip Reseller
Jangan mencari siapa saja
yang bisa membeli.
Cari tahu:
Siapa yang paling mungkin
membutuhkan produk
yang kamu tawarkan.
Karena semakin kamu memahami customer,
semakin mudah kamu menentukan
apa yang harus dikatakan
dan bagaimana cara menawarkannya.
π― Sekarang Praktik
Pilih 1 produk
yang kamu tentukan di L2.01.
Sekarang tentukan target customer-nya.
βSaya ingin menawarkan produk ini kepada __________ yang membutuhkan __________.β
π Checkpoint
Sebelum lanjut, pastikan:
Kalau Semua Sudah Bisa...
Sekarang kamu tidak hanya tahu
apa yang ingin dijual.
Kamu juga mulai tahu:
βSaya ingin menjualnya kepada siapa?β
Dan setelah tahu siapa customer-nya,
langkah berikutnya adalah mempersiapkan
apa yang harus kamu siapkan
sebelum mulai menawarkan produk.
L2.03 β PERSIAPAN SEBELUM MENAWARKAN PRODUK
Sebelum membuat postingan
atau mengirim penawaran,
jangan langsung mulai.
Pastikan kamu sudah menyiapkan
produk, informasi, materi, harga,
dan cara menawarkan dengan benar.
Di materi berikutnya,
kita akan membuat checklist sederhana
agar kamu siap menawarkan produk
tanpa bingung harus mulai dari mana.

