MEMBANGUN KEPERCAYAAN CUSTOMER
Customer lebih mudah membeli ketika mereka merasa aman dan percaya kepada reseller.
Customer bisa saja tertarik dengan produk,
cocok dengan harga, bahkan sudah bertanya
banyak hal.
Tetapi sebelum membeli, mereka mungkin
masih berpikir:
“Ini orang bisa dipercaya nggak?”
“Barangnya benar-benar ada nggak?”
“Kalau ada masalah, nanti dibantu nggak?”
Karena itu, tugas reseller bukan hanya
menjual produk,
tetapi juga membangun rasa percaya
selama proses komunikasi.
🧩 5 Cara Membangun Kepercayaan
Kepercayaan customer tidak perlu dibangun dengan kata-kata berlebihan. Bangun melalui cara kamu berkomunikasi dan menjalankan proses.
JUJUR DENGAN INFORMASI
Sampaikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
“Sebentar ya kak, saya cek dulu informasinya supaya tidak salah 😊”
Jangan mengarang informasi hanya agar customer segera membeli.
Lebih baik jujur daripada terlihat tahu tetapi ternyata salah.
JANGAN MEMBERIKAN JANJI BERLEBIHAN
Jangan menjanjikan sesuatu yang belum pasti.
❌ “Pasti sampai besok kak.”
❌ “Pasti stoknya ada.”
❌ “Pasti cocok kak.”
Jika informasi tersebut belum bisa dipastikan, gunakan bahasa yang lebih tepat.
Contoh:
“Untuk ketersediaan saya cek dulu ya kak.”
atau:
“Estimasi ready-nya sekitar ..., tetapi waktunya bisa berubah ya kak.”
Customer perlu mendapatkan informasi yang realistis, bukan janji yang membuat mereka kecewa.
RESPONS DENGAN BAIK
Kepercayaan juga terbentuk dari cara kamu berkomunikasi.
• Menyapa dengan baik
• Menjawab pertanyaan
• Tidak mudah emosi
• Tidak menyalahkan customer
• Tidak memaksa
• Memberikan informasi secara jelas
Customer mungkin belum membeli hari ini.
Tetapi cara komunikasi yang baik bisa membuat mereka kembali di kemudian hari.
GUNAKAN BUKTI YANG RELEVAN
Jika tersedia, kamu bisa menggunakan bukti yang memang dapat dibagikan.
• Materi resmi AJWA
• Testimoni
• Dokumentasi pengalaman reseller
• Informasi produk
• Bukti proses yang memang boleh dibagikan
Namun ingat:
Testimoni adalah pengalaman orang lain, bukan jaminan bahwa semua customer akan mendapatkan hasil yang sama.
Jangan mengubah testimoni menjadi janji.
TEPATI APA YANG SUDAH DISAMPAIKAN
Kepercayaan akan semakin kuat ketika kamu melakukan apa yang sudah kamu katakan.
“Saya cek dulu stoknya ya kak.”
Maka lakukan pengecekan dan kembali memberikan kabar.
Jangan membuat customer menunggu tanpa kejelasan.
Hal sederhana seperti ini membentuk persepsi:
“Reseller ini bisa dipercaya.”
💬 Contoh Percakapan
“Saya cek dulu ya kak untuk memastikan ketersediaannya 😊 Sebentar ya.”
Setelah mendapatkan informasi:
“Sudah saya cek kak. Untuk produk tersebut saat ini tersedia. Kalau kakak mau lanjut, saya bantu proses ordernya ya.”
Perhatikan:
Tidak langsung menjanjikan → cek → memberikan informasi → membantu langkah berikutnya.
🛡️ Ketika Customer Masih Ragu
“Saya takut pesan online, takut nggak sesuai.”
Jangan menjawab:
❌ “Tenang kak, dijamin sesuai.”
Lebih baik:
“Wajar kok kak kalau masih ragu 😊 Saya bantu jelaskan detail produknya dulu ya. Untuk informasi yang tersedia, produknya memiliki detail ...”
Jika tersedia materi resmi, kamu bisa menunjukkan materi tersebut.
Bantu customer merasa lebih aman melalui informasi, bukan sekadar kata-kata.
📱 Kepercayaan Juga Dibangun dari Konten
Customer tidak hanya menilai kamu
ketika sedang chat.
Mereka juga bisa melihat:
• Status WhatsApp
• TikTok
• Foto produk
• Cara kamu membuat konten
• Cara kamu memberikan informasi
Jelas → Relevan → Jujur → Konsisten
Tidak perlu terlihat sempurna.
Yang penting customer mendapatkan gambaran bahwa kamu serius dan dapat dipercaya.
⚠️ Jangan Membuat Kepercayaan Palsu
JUJUR
↓
JELAS
↓
KONSISTEN
↓
TEPATI YANG DISAMPAIKAN
Itulah dasar kepercayaan customer.
🎯 Praktik
Coba jawab situasi berikut seperti kamu sedang menghadapi customer.
Customer:
“Kak, stoknya pasti ada kan?”
__________________________
Customer:
“Beneran ready Sabtu?”
__________________________
Customer:
“Ada testimoni yang pernah beli?”
__________________________
Kamu sudah mengatakan:
“Saya cek dulu ya kak.”
__________________________
📝 Checkpoint
Sebelum lanjut, pastikan:
Prinsip Reseller
Jangan berusaha terlihat
paling meyakinkan.
Berusahalah menjadi reseller
yang paling bisa dipercaya.
Karena kepercayaan tidak dibangun
dari satu chat.
Kepercayaan dibangun dari:
INFORMASI YANG BENAR
+
KOMUNIKASI YANG BAIK
+
TINDAKAN YANG KONSISTEN
DENGARKAN
→
PAHAMI
→
JAWAB
→
ARAHKAN
Kalau Semua Sudah Bisa...
Kamu sudah memahami bahwa menjual
bukan hanya tentang membuat customer
membeli.
Customer juga perlu merasa:
Aman.
Dipahami.
Mendapatkan informasi yang benar.
Dan semua itu dimulai dari
cara kamu berkomunikasi
dan menepati apa yang kamu sampaikan.
L3.06 — TEKNIK CLOSING SEDERHANA
Customer sudah bertanya,
kebutuhannya sudah dipahami,
produk sudah dijelaskan,
dan keraguannya sudah dibantu.
Sekarang muncul pertanyaan:
“Bagaimana mengarahkan customer
untuk melakukan order tanpa
terkesan memaksa?”
Di materi berikutnya
kita masuk ke closing.

