MENJAWAB PERTANYAAN & KEBERATAN CUSTOMER
Jangan melawan keberatan customer. Pahami, jawab, lalu bantu mereka mengambil keputusan.
Setelah kamu menjelaskan produk,
customer belum tentu langsung membeli.
Mereka mungkin bertanya:
“Bisa kurang kak?”
“Bahannya bagus nggak?”
“Kenapa harganya segitu?”
“Takut nggak cocok.”
“Saya pikir-pikir dulu.”
Itu bukan berarti customer menolak.
Bisa jadi mereka masih membutuhkan
informasi atau masih memiliki keraguan.
🌸 4 Langkah Menghadapi Keberatan
Gunakan pola sederhana:
DENGARKAN
Jangan langsung memotong atau membantah.
“Kok lumayan mahal ya kak?”
Jangan langsung:
“Enggak kok kak, murah itu.”
Dengarkan dulu apa yang sebenarnya menjadi masalah.
PAHAMI
Cari tahu keberatan sebenarnya.
“Kalau boleh tahu kak, yang terasa berat di harganya atau masih membandingkan dengan produk lain?”
Dengan begitu kamu tahu masalah sebenarnya.
JAWAB DENGAN FAKTA
Berikan informasi yang benar dan relevan.
“Untuk bahannya menggunakan ..., kak. Detail bahannya seperti ini ...”
Kalau kamu tidak tahu, jangan mengarang.
“Sebentar ya kak, saya cek dulu detailnya supaya informasinya tidak salah 😊”
ARAHKAN
Setelah menjawab, berikan pilihan atau langkah berikutnya.
“Kalau dari modelnya sudah sesuai, saya bisa bantu cek warna atau ukurannya ya kak.”
Tidak perlu langsung:
“Jadi order sekarang ya kak.”
Bantu customer melangkah, bukan memaksa.
💰 Menghadapi Keberatan Harga
Bisa jawab:
“Untuk harga tersebut memang segitu ya kak. Kalau kakak mau, saya bisa bantu jelaskan detail produknya supaya bisa dibandingkan dengan kebutuhannya.”
Jika customer mengatakan:
“Ada yang lebih murah nggak kak?”
Kamu bisa bertanya:
“Ada beberapa pilihan produk kak. Kakak lebih mengutamakan harga atau ada kebutuhan tertentu yang harus tetap sesuai?”
Dengan begitu kamu bisa mengetahui prioritas customer.
❓ Customer Bertanya Sesuatu yang Kamu Tidak Tahu
“Kak, kalau bahannya adem nggak?”
Kalau informasi tersebut tidak tersedia, jangan menjawab:
❌ “Adem kok kak.”
Lebih aman:
“Untuk detail tersebut saya cek dulu ya kak, supaya saya tidak memberikan informasi yang salah 😊”
Setelah mendapatkan informasi yang benar, baru jawab.
Tidak tahu bukan masalah. Memberikan informasi yang salah adalah masalah.
📦 Customer Takut Order
“Takut barangnya nggak sesuai kak.”
Jangan langsung mengatakan:
❌ “Pasti sesuai kok kak.”
Kalau kamu tidak bisa menjamin sesuatu, jangan memberikan kepastian palsu.
Lebih baik:
“Wajar kok kak kalau masih ragu 😊 Saya bantu jelaskan detail produknya dulu ya, termasuk ukuran, bahan, dan informasi lainnya yang tersedia.”
Gunakan informasi yang memang tersedia dari AJWA.
🕐 Customer Bilang “Saya Pikir-pikir Dulu”
Jangan:
❌ “Tapi stoknya sedikit kak!”
❌ “Kalau nggak sekarang nanti habis!”
kecuali memang ada informasi nyata yang membuktikan hal tersebut.
Cukup:
“Siap kak 😊 Silakan dipertimbangkan dulu. Kalau nanti ada yang mau ditanyakan, boleh chat saya lagi ya.”
Customer tetap mendapatkan ruang untuk mengambil keputusan.
🔄 Jangan Berdebat dengan Customer
“Menurut saya mahal.”
Jangan:
❌ “Enggak kok kak, harga segitu sudah murah.”
Lebih baik:
“Saya paham kak 😊 Kalau boleh tahu, kakak biasanya mencari produk di kisaran harga berapa?”
Sekarang percakapan berubah dari perdebatan harga menjadi memahami kebutuhan customer.
🚫 Jangan Lakukan Ini
“Nggak kok, kakak salah.”
“Kayaknya bahannya adem.”
“Pasti sampai besok.”
“Kalau nggak sekarang pasti habis.”
“Jadi sekarang transfer ya kak?”
Customer hanya bertanya satu hal, tetapi kamu mengirim satu halaman penjelasan.
Jawab yang ditanyakan terlebih dahulu.
Apa yang customer katakan?
↓
PAHAMI
Apa alasan sebenarnya?
↓
JAWAB
Berikan informasi yang benar.
↓
ARAHKAN
Bantu customer menentukan langkah berikutnya.
DENGARKAN → PAHAMI → JAWAB → ARAHKAN
Prinsip Reseller
Keberatan bukan musuh.
Keberatan adalah tanda bahwa customer
masih membutuhkan sesuatu.
Bisa berupa informasi,
kepastian, penjelasan,
atau waktu untuk mempertimbangkan.
Tugasmu bukan memenangkan perdebatan.
Tugasmu adalah membantu customer
menjadi lebih yakin karena mendapatkan
informasi yang benar.
DENGARKAN → PAHAMI → JAWAB → ARAHKAN
🎯 Praktik
Coba jawab situasi berikut.
Customer:
“Kok mahal ya kak?”
__________________________
Customer:
“Bahannya adem nggak?”
__________________________
Customer:
“Takut ukurannya nggak cocok.”
__________________________
Customer:
“Saya pikir-pikir dulu ya kak.”
__________________________
Buat 3 contoh keberatan customer yang mungkin kamu temui saat berjualan.
1. ______________________________
2. ______________________________
3. ______________________________
Kemudian tuliskan bagaimana kamu akan meresponsnya menggunakan pola:
DENGARKAN → PAHAMI → JAWAB → ARAHKAN
📝 Checkpoint
Sebelum lanjut, pastikan:
Kalau Semua Sudah Bisa:
Sekarang kamu tidak perlu panik
ketika customer memberikan keberatan.
Kamu sudah tahu bahwa keberatan
bukan berarti harus dilawan.
Dengarkan dulu.
Pahami alasannya.
Jawab dengan informasi yang benar.
Kemudian bantu customer
menentukan langkah berikutnya.
Customer yang merasa dipahami
lebih mudah melanjutkan percakapan.
L3.05 — MEMBANGUN KEPERCAYAAN CUSTOMER
Customer sudah mendapatkan informasi,
tetapi masih ada satu hal penting:
“Apakah saya percaya dengan reseller ini?”
Di materi berikutnya kita belajar
bagaimana membangun kepercayaan melalui
cara berkomunikasi, informasi yang jujur,
konsistensi, bukti, dan pengalaman customer
tanpa harus memberikan janji berlebihan.

