Nama
Gunakan nama yang memudahkan kamu mengenali customer.
Customer bukan hanya nama yang muncul di chat. Bangun database sederhana agar kamu tidak kehilangan informasi, riwayat pembelian, dan peluang untuk membangun hubungan jangka panjang.
Setiap kali seseorang membeli, sebenarnya kamu mendapatkan informasi yang dapat membantu memahami siapa customer kamu.
Masalahnya, informasi tersebut sering berhenti di chat dan akhirnya sulit ditemukan ketika dibutuhkan.
Fokus pada informasi yang memang membantu proses penjualan dan hubungan dengan customer.
Gunakan nama yang memudahkan kamu mengenali customer.
Simpan nomor atau channel komunikasi yang digunakan.
Informasi ini membantu memahami preferensi customer.
Misalnya ukuran, warna, kebutuhan, atau informasi lain yang relevan untuk pelayanan.
Database tidak perlu menjadi pekerjaan yang berat. Masukkan informasi ketika terjadi interaksi atau transaksi.
Kamu mungkin tidak lagi ingat produk apa yang dibahas atau kebutuhan customer tersebut.
Pesan terasa lebih relevan karena didasarkan pada informasi yang memang pernah diberikan customer.
Gunakan data untuk memberikan komunikasi yang lebih relevan, bukan menghubungi semua orang tanpa alasan.
Akhirnya peluang hubungan setelah pembelian hilang.
Informasi lama dapat membuat komunikasi menjadi tidak relevan.
Sistem yang terlalu sulit akan membuat kamu malas menggunakannya.
Riwayat customer dapat membantu kamu membuat komunikasi yang lebih sesuai konteks.
Hubungan dengan customer juga perlu dibangun melalui pelayanan dan komunikasi yang baik.
Buat database customer sederhana.
Pastikan kamu memahami dasar mengelola database customer.
Kamu sudah memahami dasar menyimpan dan menggunakan data customer secara lebih terstruktur.