Tanggal transaksi
Catat kapan customer melakukan order.
Jangan hanya mengingat penjualan dari kepala. Mulai bangun sistem pencatatan sederhana agar kamu tahu apa yang terjual, kepada siapa, kapan, dan bagaimana hasilnya.
Ketika jumlah customer masih sedikit, mungkin kamu masih bisa mengingat pesanan, pembayaran, dan siapa saja yang pernah membeli.
Tetapi semakin banyak transaksi, semakin mudah terjadi kesalahan jika semuanya hanya disimpan di chat atau ingatan.
Tidak perlu membuat sistem yang rumit. Mulai dari informasi dasar setiap transaksi.
Catat kapan customer melakukan order.
Simpan identitas customer agar transaksi dapat dilacak dan hubungan dapat dilanjutkan.
Catat produk, jumlah, ukuran, warna, atau detail penting lainnya.
Catat total penjualan dan keuntungan jika memang sudah dihitung.
Sistem yang bagus bukan sistem yang terlihat rumit. Sistem yang bagus adalah sistem yang benar-benar digunakan.
Sulit memastikan jumlah sebenarnya, produk yang paling laku, dan customer mana yang bisa dihubungi kembali.
Data tersebut dapat digunakan untuk melihat pola penjualan dan menentukan langkah berikutnya.
Yang penting mulai mencatat dan menjaga agar data tetap konsisten dari waktu ke waktu.
Setelah memiliki catatan, gunakan data tersebut untuk menjawab pertanyaan sederhana tentang bisnis kamu.
Ingatan mudah keliru ketika jumlah transaksi mulai bertambah.
Catatan di banyak chat, buku, aplikasi, dan file membuat informasi sulit dicari kembali.
Catatan akan lebih berguna jika digunakan untuk evaluasi.
Sistem yang sulit digunakan biasanya tidak bertahan lama.
Data yang bolong membuat evaluasi menjadi kurang akurat.
Buat sistem pencatatan sederhana untuk penjualanmu.
Pastikan kamu memahami dasar sistem pencatatan penjualan.
Kamu sudah memahami dasar mencatat dan menggunakan data penjualan agar bisnis lebih mudah dipantau.