Customer baru
Berapa orang baru yang masuk atau mulai berinteraksi?
Semakin besar aktivitas jualan, semakin banyak data yang bisa digunakan. Belajar membaca data membantu kamu menentukan apa yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dihentikan.
Dalam bisnis, tidak semua hasil dapat langsung diketahui penyebabnya. Data membantu melihat pola dari aktivitas yang sudah dilakukan.
Misalnya, produk tertentu mendapatkan banyak pertanyaan tetapi sedikit order. Itu menjadi sinyal untuk mencari tahu apa yang menyebabkan customer belum membeli.
Berapa orang baru yang masuk atau mulai berinteraksi?
Berapa calon customer yang masuk dan benar-benar berkomunikasi?
Berapa customer yang melakukan transaksi?
Berapa customer lama yang kembali membeli?
Satu angka saja sering tidak cukup untuk memberikan gambaran. Bandingkan hasil antarperiode, antarproduk, atau antarchannel jika datanya tersedia.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa produk B tidak laku. Periksa juga perbedaan target, cara penyampaian, visual, harga, waktu posting, dan faktor lain yang relevan.
Cari pola yang cukup dan pertimbangkan konteks sebelum mengambil keputusan besar.
Yang penting adalah data tersebut dicatat secara konsisten dan digunakan untuk membuat keputusan.
Akibatnya setiap keputusan kembali berdasarkan ingatan.
Data terlalu banyak dapat membuat fokus hilang.
Dua hal yang berubah bersamaan belum tentu salah satunya menyebabkan yang lain.
Berikan waktu yang cukup untuk mengumpulkan data yang relevan.
Buat catatan evaluasi sederhana untuk 7 hari terakhir.
Pastikan kamu memahami dasar menggunakan data untuk keputusan.
Kamu sudah memahami bagaimana menggunakan data untuk mengevaluasi dan mengembangkan bisnis.