Orang yang Sudah Kamu Kenal
Teman, keluarga, tetangga, teman kerja, teman sekolah, atau kenalan yang sudah memiliki hubungan denganmu.
Setelah menentukan target dan membuat konten, sekarang waktunya aktif mencari orang yang tepat, membuka percakapan, dan menciptakan peluang penjualan.
Banyak reseller merasa produknya tidak laku karena tidak ada customer.
Padahal, bisa jadi masalahnya bukan pada produknya, tetapi karena belum cukup banyak orang yang melihat, mengenal, atau diajak berbicara.
Setelah kamu memiliki target customer dan konten, langkah berikutnya adalah mencari orang yang tepat dan membuka peluang percakapan.
Kamu tidak harus bergantung pada satu platform atau satu cara. Ada beberapa sumber customer yang bisa kamu manfaatkan.
Teman, keluarga, tetangga, teman kerja, teman sekolah, atau kenalan yang sudah memiliki hubungan denganmu.
Status WhatsApp dapat menjadi etalase sederhana untuk membuat orang yang sudah mengenalmu mengetahui produk yang kamu jual.
Instagram, TikTok, Facebook, Threads, atau platform lain tempat target customer berada.
Komunitas yang relevan serta rekomendasi dari customer atau orang yang sudah mengenalmu.
Kalau kamu baru mulai jualan, jangan merasa harus mendapatkan ribuan customer terlebih dahulu.
Mulailah dari orang yang sudah mengenalmu. Mereka disebut sebagai pasar terdekat atau warm market.
Tujuan awalnya adalah memberi tahu bahwa kamu sekarang memiliki produk dan membuka peluang untuk membantu mereka ketika membutuhkan.
WhatsApp adalah salah satu tempat paling dekat dengan orang-orang yang sudah mengenalmu.
Karena itu, jangan hanya menggunakan Status untuk aktivitas pribadi. Manfaatkan juga untuk menunjukkan bahwa kamu aktif berjualan.
Lanjutkan dengan foto atau video produk, informasi singkat, lalu arahkan orang untuk bertanya jika tertarik.
Pilih produk yang paling relevan dan buat orang tertarik untuk melihat atau bertanya lebih lanjut.
Konten yang kamu buat di L2.03 bukan hanya untuk mempercantik akun.
Konten juga berfungsi sebagai jalan agar orang baru menemukan akunmu dan mengenal produk yang kamu tawarkan.
Semakin konsisten kamu hadir di tempat target customer berada, semakin besar kesempatan mereka menemukan dan mengenalmu.
Selain akun sendiri, cari tahu di mana target customer biasanya berkumpul atau mencari informasi.
Ikuti aturan komunitas, berinteraksi secara wajar, dan jangan melakukan spam katalog atau promosi berulang-ulang.
Ketika menemukan orang yang kemungkinan sesuai dengan targetmu, jangan langsung mengirim katalog panjang tanpa konteks.
Mulailah dengan percakapan yang natural.
Orang bisa merasa langsung ditargetkan untuk membeli.
Kalimat seperti ini memberikan ruang bagi orang untuk memilih apakah mereka ingin melihat produknya.
Ketika seseorang sudah membeli dan merasa puas, mereka bisa menjadi sumber customer baru melalui rekomendasi.
Sederhana, tidak memaksa, tetapi membuka peluang agar customer mengingatmu ketika ada orang lain yang membutuhkan.
Salah satu kesalahan reseller adalah baru mencari customer ketika sedang membutuhkan uang.
Lebih baik buat aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Buat konten atau Status yang relevan dengan target customer.
Cari orang baru atau lingkungan baru yang sesuai dengan target.
Balas komentar, story, pesan, dan percakapan yang relevan.
Simpan informasi tentang orang yang pernah menunjukkan minat.
Saat mencari customer, kamu akan bertemu orang yang belum siap membeli.
Itu normal.
Jangan langsung menganggap mereka gagal. Orang yang hari ini hanya bertanya bisa saja membutuhkan produkmu beberapa hari atau minggu kemudian.
Di level ini, fokusmu adalah mendapatkan customer dan membuka peluang percakapan.
Kalau tidak ada aktivitas mencari, peluang bertemu customer baru juga menjadi lebih sedikit.
Tidak semua orang adalah target customer. Fokus pada orang yang kemungkinan memiliki kebutuhan.
Promosi berlebihan dapat membuat orang tidak nyaman dan merusak kepercayaan.
Tidak semua orang siap membeli ketika pertama kali melihat produk.
Mencari customer adalah proses. Tidak adanya order dalam beberapa hari bukan berarti strateginya gagal.
Orang yang pernah tertarik bisa menjadi peluang di kemudian hari.
Jangan berhenti di teori. Langsung lakukan aktivitas mencari customer hari ini.
Pastikan kamu memahami cara mencari dan mendapatkan customer sebelum melanjutkan ke Level 3.
Kamu sudah mempelajari cara menentukan target, mempersiapkan penawaran, membuat konten, serta mencari dan mendapatkan customer.