-
L2.04 — Mencari & Mendapatkan Customer | AJWA Reseller Academy
← Kembali ke Level 2
L2 • Get Customer
L2.04 • Get Customer

Mencari & Mendapatkan Customer

Setelah menentukan target dan membuat konten, sekarang waktunya aktif mencari orang yang tepat, membuka percakapan, dan menciptakan peluang penjualan.

01
Cari orang yang tepat
02
Bangun percakapan
03
Dapatkan peluang

Jangan Hanya Menunggu Customer

Banyak reseller merasa produknya tidak laku karena tidak ada customer.

Padahal, bisa jadi masalahnya bukan pada produknya, tetapi karena belum cukup banyak orang yang melihat, mengenal, atau diajak berbicara.

Setelah kamu memiliki target customer dan konten, langkah berikutnya adalah mencari orang yang tepat dan membuka peluang percakapan.

Customer tidak selalu datang sendiri.

Sebagai reseller, kamu perlu aktif menciptakan kesempatan agar orang yang membutuhkan produkmu bisa menemukan dan mengenalmu.

Dari Mana Customer Bisa Datang?

Kamu tidak harus bergantung pada satu platform atau satu cara. Ada beberapa sumber customer yang bisa kamu manfaatkan.

1

Orang yang Sudah Kamu Kenal

Teman, keluarga, tetangga, teman kerja, teman sekolah, atau kenalan yang sudah memiliki hubungan denganmu.

2

WhatsApp

Status WhatsApp dapat menjadi etalase sederhana untuk membuat orang yang sudah mengenalmu mengetahui produk yang kamu jual.

3

Media Sosial

Instagram, TikTok, Facebook, Threads, atau platform lain tempat target customer berada.

4

Komunitas & Rekomendasi

Komunitas yang relevan serta rekomendasi dari customer atau orang yang sudah mengenalmu.

Tidak Harus Langsung Mencari Orang Baru

Kalau kamu baru mulai jualan, jangan merasa harus mendapatkan ribuan customer terlebih dahulu.

Mulailah dari orang yang sudah mengenalmu. Mereka disebut sebagai pasar terdekat atau warm market.

Teman dekat
Keluarga
Tetangga
Teman kerja atau kuliah
Kenalan yang pernah tertarik dengan fashion
Jangan langsung berpikir “harus jualan”.

Tujuan awalnya adalah memberi tahu bahwa kamu sekarang memiliki produk dan membuka peluang untuk membantu mereka ketika membutuhkan.

Jadikan Status WhatsApp sebagai Etalase

WhatsApp adalah salah satu tempat paling dekat dengan orang-orang yang sudah mengenalmu.

Karena itu, jangan hanya menggunakan Status untuk aktivitas pribadi. Manfaatkan juga untuk menunjukkan bahwa kamu aktif berjualan.

ALUR SEDERHANA PERHATIAN → PRODUK → INFORMASI → AJAKAN
Contoh
“Lagi cari gamis yang nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari?”

Lanjutkan dengan foto atau video produk, informasi singkat, lalu arahkan orang untuk bertanya jika tertarik.

Jangan memenuhi Status dengan terlalu banyak produk.

Pilih produk yang paling relevan dan buat orang tertarik untuk melihat atau bertanya lebih lanjut.

Cari Customer Baru Melalui Konten

Konten yang kamu buat di L2.03 bukan hanya untuk mempercantik akun.

Konten juga berfungsi sebagai jalan agar orang baru menemukan akunmu dan mengenal produk yang kamu tawarkan.

Konten Produk Membuat orang mengetahui produk yang kamu jual.
Konten Edukasi Memberikan informasi yang berguna bagi target customer.
Konten Relatable Membuat target customer merasa kontennya dekat dengan mereka.
Konten Bukti Menunjukkan aktivitas jualan, pesanan, atau pengalaman customer.

Semakin konsisten kamu hadir di tempat target customer berada, semakin besar kesempatan mereka menemukan dan mengenalmu.

Cari di Tempat Customer Berkumpul

Selain akun sendiri, cari tahu di mana target customer biasanya berkumpul atau mencari informasi.

  • Komunitas lokal
  • Grup Facebook yang relevan
  • Komunitas WhatsApp yang sesuai
  • Lingkungan sekolah, kampus, atau pekerjaan
  • Komunitas dengan minat atau kebutuhan tertentu
Hadir sebagai manusia, bukan mesin promosi.

Ikuti aturan komunitas, berinteraksi secara wajar, dan jangan melakukan spam katalog atau promosi berulang-ulang.

Jangan Langsung Menyerang dengan Jualan

Ketika menemukan orang yang kemungkinan sesuai dengan targetmu, jangan langsung mengirim katalog panjang tanpa konteks.

Mulailah dengan percakapan yang natural.

Hindari
“Kak mau beli baju nggak?”

Orang bisa merasa langsung ditargetkan untuk membeli.

Lebih Natural
“Kak, aku sekarang lagi jualan fashion juga. Tadi aku lihat ada model yang kayaknya cocok sama style kakak. Mau aku kirimin fotonya?”

Kalimat seperti ini memberikan ruang bagi orang untuk memilih apakah mereka ingin melihat produknya.

Tujuan awal bukan closing.

Tujuan awal adalah membuka percakapan dengan orang yang tepat dan mengetahui apakah ada kebutuhan yang bisa kamu bantu.

Customer Bisa Membawa Customer Berikutnya

Ketika seseorang sudah membeli dan merasa puas, mereka bisa menjadi sumber customer baru melalui rekomendasi.

Contoh
“Kalau ada teman atau keluarga yang lagi cari model seperti ini, boleh banget rekomendasiin aku ya kak.”

Sederhana, tidak memaksa, tetapi membuka peluang agar customer mengingatmu ketika ada orang lain yang membutuhkan.

Mencari Customer Harus Menjadi Kebiasaan

Salah satu kesalahan reseller adalah baru mencari customer ketika sedang membutuhkan uang.

Lebih baik buat aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten.

1

Posting

Buat konten atau Status yang relevan dengan target customer.

2

Jangkau

Cari orang baru atau lingkungan baru yang sesuai dengan target.

3

Interaksi

Balas komentar, story, pesan, dan percakapan yang relevan.

4

Catat

Simpan informasi tentang orang yang pernah menunjukkan minat.

INGAT KONSISTEN > SEKALI RAMAI

Tidak Semua Customer Langsung Membeli

Saat mencari customer, kamu akan bertemu orang yang belum siap membeli.

Itu normal.

Jangan langsung menganggap mereka gagal. Orang yang hari ini hanya bertanya bisa saja membutuhkan produkmu beberapa hari atau minggu kemudian.

Baru Kenal Belum menunjukkan minat khusus.
Tertarik Pernah melihat, bertanya, atau menunjukkan minat.
Punya Kebutuhan Mulai membahas kebutuhan atau produk tertentu.
Siap Dibantu Sudah membuka percakapan lebih jauh mengenai pembelian.
Proses mengubah calon customer menjadi pembeli akan dipelajari di Level 3.

Di level ini, fokusmu adalah mendapatkan customer dan membuka peluang percakapan.

Jangan Terjebak Kesalahan Ini

1. Hanya menunggu customer datang

Kalau tidak ada aktivitas mencari, peluang bertemu customer baru juga menjadi lebih sedikit.

2. Mengirim katalog ke semua orang

Tidak semua orang adalah target customer. Fokus pada orang yang kemungkinan memiliki kebutuhan.

3. Spam grup atau komunitas

Promosi berlebihan dapat membuat orang tidak nyaman dan merusak kepercayaan.

4. Langsung memaksa closing

Tidak semua orang siap membeli ketika pertama kali melihat produk.

5. Menyerah terlalu cepat

Mencari customer adalah proses. Tidak adanya order dalam beberapa hari bukan berarti strateginya gagal.

6. Tidak mencatat calon customer

Orang yang pernah tertarik bisa menjadi peluang di kemudian hari.

“Jangan hanya menunggu customer. Ciptakan lebih banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang yang tepat.”
PRINCIPLE • AJWA RESELLER ACADEMY

Praktik Sekarang

Jangan berhenti di teori. Langsung lakukan aktivitas mencari customer hari ini.

  1. Tulis minimal 10 orang yang kamu kenal dan berpotensi menjadi customer.
  2. Buat 1 Status WhatsApp yang memperkenalkan produk secara menarik.
  3. Buat 1 konten untuk target customer yang sudah kamu tentukan di L2.01.
  4. Mulai 3 percakapan dengan calon customer secara natural tanpa memaksa membeli.
  5. Catat orang yang menunjukkan ketertarikan agar tidak kehilangan peluang.

Sudah Paham?

Pastikan kamu memahami cara mencari dan mendapatkan customer sebelum melanjutkan ke Level 3.

Bagus. Kamu sudah memahami dasar mencari dan mendapatkan customer. Sekarang kamu siap masuk ke Level 3.
✓ L2.04 Selesai

Kamu sudah mempelajari cara menentukan target, mempersiapkan penawaran, membuat konten, serta mencari dan mendapatkan customer.

Level Berikutnya
Level 3 — Convert Customer →

Setelah mendapatkan calon customer, sekarang waktunya belajar bagaimana membangun kepercayaan, memahami kebutuhan, menangani keberatan, dan mengubah percakapan menjadi penjualan.

Lanjut ke Level 3
AJWA Reseller Academy • Belajar. Praktik. Jualan.
-
@2026 Ajwa Moslem Outfit Inc.