Produk yang Dibutuhkan
Customer mungkin sudah tahu jenis produk yang mereka cari, misalnya dress, gamis, atasan, bawahan, tas, atau produk lainnya.
Sebelum menawarkan produk, pahami dulu apa yang sebenarnya dicari oleh customer. Semakin tepat kamu memahami kebutuhan, semakin relevan produk yang kamu tawarkan.
Ketika seseorang menghubungi kamu dan bertanya tentang produk, biasanya mereka sedang mencari sesuatu. Bisa karena membutuhkan pakaian untuk acara tertentu, mencari ukuran tertentu, mencari model yang sesuai, atau sedang membandingkan beberapa pilihan.
Tugas reseller bukan sekadar mengirim katalog sebanyak-banyaknya. Tugasmu adalah membantu customer menemukan pilihan yang sesuai.
Kebutuhan customer adalah alasan atau tujuan yang membuat mereka mencari suatu produk.
Customer mungkin sudah tahu jenis produk yang mereka cari, misalnya dress, gamis, atasan, bawahan, tas, atau produk lainnya.
Produk bisa dicari untuk kebutuhan sehari-hari, kerja, kuliah, acara keluarga, kondangan, hadiah, atau kebutuhan lainnya.
Customer bisa memiliki preferensi tertentu seperti warna, ukuran, model, bahan, panjang pakaian, atau gaya yang disukai.
Salah satu kesalahan reseller adalah langsung mengirim produk berdasarkan asumsi sendiri.
Padahal, satu pertanyaan sederhana bisa membantu kamu memahami customer dengan jauh lebih baik.
Jangan langsung mengirim 20 foto dress. Kamu bisa membalas dengan pertanyaan sederhana: “Ada kak 😊 Dress-nya untuk dipakai sehari-hari atau untuk acara tertentu?”
Kamu bisa menggali lebih jauh: “Ada kak. Kakak cari yang untuk sehari-hari atau untuk acara? Ada ukuran atau warna tertentu?”
Cari tahu tujuan penggunaan produk.
Cari tahu model atau gaya yang disukai customer.
Pastikan ukuran menjadi pertimbangan sebelum memberikan rekomendasi produk.
Tanyakan jika warna, motif, atau detail tertentu penting bagi customer.
Misalnya bahan, kenyamanan, model yang tidak terlalu ketat, atau kebutuhan lain yang dianggap penting oleh customer.
Bertanya saja belum cukup. Kamu juga harus membaca dan memahami jawaban customer.
Jangan hanya menunggu kesempatan untuk mengirim produk. Perhatikan kata-kata yang digunakan customer karena di sana sering terdapat petunjuk tentang kebutuhannya.
Setelah mengetahui kebutuhan customer, barulah kamu memilih produk yang paling relevan untuk ditawarkan.
Customer justru harus memilih sendiri dari banyak pilihan, padahal sebelumnya mereka sudah meminta bantuan.
Setelah itu jelaskan secara singkat alasan kenapa produk tersebut sesuai dengan kebutuhan customer.
Banyak pilihan tidak selalu membuat customer lebih mudah memilih.
Kamu bisa saja menawarkan produk yang sebenarnya tidak sesuai.
Jangan bertanya hanya sebagai formalitas. Gunakan jawaban customer sebagai dasar rekomendasi.
Tugasmu membantu customer mengambil keputusan, bukan membuat mereka merasa tertekan.
Jangan hanya membaca. Coba gunakan pola ini ketika ada customer yang masuk chat.
Jawab pertanyaan berikut untuk mengecek pemahamanmu.
Kamu sudah mempelajari dasar memahami kebutuhan customer. Sekarang waktunya belajar bagaimana menjelaskan produk dan memberikan rekomendasi yang lebih tepat.