CARA MENJELASKAN PRODUK KEPADA CUSTOMER
Jelaskan produk sesuai kebutuhan customer, bukan semua informasi sekaligus.
Customer sudah menyampaikan kebutuhannya.
Sekarang tugas reseller adalah membantu
customer memahami produk yang paling relevan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengirim
foto, harga, spesifikasi, dan seluruh katalog
sekaligus.
Padahal, customer biasanya lebih mudah mengambil
keputusan jika informasi diberikan secara
singkat, jelas, dan sesuai kebutuhannya.
🧩 5 Informasi Utama
Saat menjelaskan produk, gunakan pola berikut:
PRODUKNYA APA?
Sebutkan terlebih dahulu produk yang kamu rekomendasikan.
“Kalau untuk kebutuhan kakak yang cari outfit simpel buat kerja, ada produk ini kak.”
Customer langsung tahu apa yang sedang dibicarakan.
KENAPA RELEVAN?
Hubungkan produk dengan kebutuhan yang sudah disampaikan customer.
Kamu bisa mengatakan:
“Modelnya cukup simpel, jadi bisa disesuaikan untuk kebutuhan kerja kak.”
Jangan membuat klaim yang tidak ada dasarnya.
JELASKAN DETAIL YANG PENTING
Tidak semua detail harus dikirimkan
sekaligus.
Pilih informasi yang memang membantu
customer mengambil keputusan.
• Bahan
• Model
• Warna
• Ukuran
• Motif
• Variasi
• Detail produk lainnya
Contoh:
“Bahannya menggunakan ..., tersedia warna ..., dan ukurannya ...”
Gunakan informasi produk AJWA yang terbaru dan benar.
“Sebentar ya kak, saya cek dulu detailnya supaya informasinya tidak salah 😊”
SAMPAIKAN HARGA
Setelah customer memahami produknya, sampaikan harga yang berlaku.
“Untuk harganya RpXX.XXX kak.”
Pastikan harga yang digunakan adalah harga terbaru, bukan harga dari postingan atau informasi lama.
ARAHKAN CUSTOMER
Jangan berhenti setelah memberikan
informasi.
Berikan kesempatan customer
untuk melanjutkan percakapan.
“Kalau kakak cocok dengan modelnya, saya bisa bantu cek pilihan warnanya 😊”
atau:
“Kalau mau, saya bantu cek ukuran yang tersedia ya kak.”
💬 Contoh Percakapan
“Aku cari yang simpel buat kerja.”
Reseller:
“Kalau untuk kerja dan kakak sukanya yang simpel, bisa pertimbangkan produk ini kak 😊
Modelnya cukup simpel dan bisa dipadukan untuk kebutuhan tersebut.
Tersedia beberapa pilihan warna dan ukuran.
Harganya RpXX.XXX.
Kalau kakak mau, saya bantu cek pilihan yang tersedia ya.”
Perhatikan:
Kebutuhan customer → Produk → Relevansi → Detail → Harga → Arahan
Tidak perlu menjelaskan seluruh katalog.
❌ Jangan Menjelaskan Terlalu Banyak
“Ini produknya kak. Bahannya ..., dibuat tahun ..., ada warna ..., ada ukuran ..., tersedia juga ..., terus ada produk lain ..., ini katalog ..., ini promo ..., dan seterusnya.”
Customer bisa bingung dan kehilangan fokus.
Lebih baik:
Berikan informasi yang paling relevan terlebih dahulu.
Kalau customer bertanya lebih lanjut, baru berikan detail tambahan.
🔎 Sesuaikan Penjelasan dengan Kebutuhan
Informasi yang sama bisa dijelaskan dengan cara berbeda.
👔 Customer mencari pakaian untuk kerja
Fokus pada:
Model → Bahan → Warna → Ukuran → Harga
🎉 Customer mencari pakaian untuk acara
Fokus pada:
Model → Tampilan → Warna → Ukuran → Harga
❓ Customer bertanya tentang bahan
Tidak perlu menjelaskan semua hal.
Langsung jawab:
“Untuk bahannya menggunakan ..., kak.”
Kemudian jika perlu:
“Kalau kakak mau, saya bantu jelaskan
detail lainnya juga.”
🧠 Bedakan Fitur dan Manfaat
Fitur adalah informasi mengenai produk.
Contoh:
“Tersedia ukuran M, L, dan XL.”
Manfaat / Relevansi
Menjelaskan mengapa informasi tersebut relevan bagi customer.
Contoh:
“Jadi kakak bisa memilih ukuran yang paling sesuai.”
Namun jangan mengubahnya menjadi klaim berlebihan.
Jelaskan manfaat berdasarkan fakta produk dan kebutuhan customer.
⚠️ Jangan Mengarang Informasi
“Sebentar ya kak, saya cek dulu informasinya supaya tidak salah 😊”
Lebih baik membutuhkan waktu sedikit untuk mengecek informasi daripada memberikan informasi yang salah.
Prinsip Reseller
Customer tidak membutuhkan
semua informasi sekaligus.
Customer membutuhkan informasi
yang tepat untuk membantunya
mengambil keputusan.
Ingat pola:
PRODUK → RELEVANSI → DETAIL
→ HARGA → ARAHAN
Dan selalu gunakan prinsip:
“Jelaskan secukupnya,
jawab seperlunya,
bantu selanjutnya.”
🎯 Praktik
Bayangkan customer mengatakan:
“Kak, saya cari baju yang simpel
buat kerja. Saya nggak suka
yang terlalu ramai.”
Sekarang buat jawabanmu
menggunakan struktur berikut:
Buat satu contoh chat lengkap kepada customer menggunakan pola:
PRODUK → RELEVANSI → DETAIL → HARGA → ARAHAN
Tidak perlu panjang.
Targetnya adalah jelas dalam satu sampai dua paragraf pendek.
📝 Checkpoint
Sebelum lanjut, pastikan kamu sudah memahami:
Kalau Semua Sudah Bisa:
Sekarang kamu sudah bisa
menjelaskan produk dengan lebih terarah.
Kamu tidak perlu lagi mengirim
semua informasi sekaligus.
Kamu sudah tahu:
Apa yang perlu dijelaskan,
apa yang perlu ditambahkan,
dan kapan harus mengarahkan customer.
Tetapi customer mungkin masih memiliki
pertanyaan atau keraguan.
Lalu bagaimana cara menghadapinya?
L3.04 — MENJAWAB PERTANYAAN & KEBERATAN CUSTOMER
Customer sudah memahami produk,
tetapi kemudian muncul pertanyaan:
“Kok harganya segitu?”
“Bisa kurang?”
“Yakin bagus?”
“Kalau ukurannya nggak cocok gimana?”
Di materi berikutnya,
kita belajar bagaimana
menjawab pertanyaan dan menghadapi
keraguan customer tanpa defensif,
berdebat, atau memaksa customer membeli.

